Batik Novita

Batik Menangi Festival Budaya Internasional

Indonesia meraih penghargaan sebagai juara umum Festival Kebudayaan International 2009 di Nassau, Bahama, ibukota Kepulauan Karibia, Benua Amerika Sabtu. Dalam pameran yang berlangsung selama dua hari di ibukota kepulauan Karibia itu, Indonesia berpartisipasi dengan mengusung kebudayaan batik sebagai tema utama pameran.


Bertempat di paviliun khusus, Indonesia memamerkan berbagai jenis kain batik koleksi lembaga riset batik, Batik House Indonesia dan perancang batik asal Sleman, Yogyakarta, Bambang sumardiyono, yang pada festival itu juga memamerkan beberapa koleksi busana batik melalui peragaan yang dibawakan oleh para model Bahama.
Di paviliun itu juga, Indonesia menggelar demonstrasi pembuatan batik dan memberi kesempatan kepada para pengunjung festival untuk membatik.


Ketua Panitia Festival Kebudayaan International, Janet Johnson, menyebutkan bahwa keikutsertaan Indonesia dengan menampilkan batik telah mengangkat kembali pamor festival tahunan itu.
Batik baru-baru ini pada 2 Oktober 2009 ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia. Penjurian kontes anjungan terbaik dalam Festival Kebudayaan International ke-14 dilakukan oleh tokoh-tokoh independen Bahama dari berbagai kalangan untuk memilih stand terbaik diantara 25 negara peserta. Para juri memilih anjungan terbaik pertama dan kedua dari beberapa kelompok, yaitu Eropa, Amerika utara dan selatan, Afrika, Asia dan Karibia.


Dari kelompok Asia, Filipina dan Myanmar meraih penghargaan sebagai juara pertama dan kedua. Indonesia sendiri tampil sebagai juara umum yang pengumumannya dilakukan di panggung utama festival.
Penghargaan sebagai juara umum berupa "The Best of Show of the 14th Annual International Cultural Festival 2009" bagi Indonesia diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Bahama, Brent Symontte kepada Duta Besar RI untuk Kuba Banua Radja Manik.


KBRI Havana adalah perwakilan Indonesia yg sejak tahun lalu mengembang tanggung jawab atas Bahama - sebelumnya berada di bawah Perwakilan Tetap RI (PTRI) New York. Di Arena festival, Indonesia diberi kehormatan menempati paviliun khusus berukuran 9x9 meter persegi, yg pada Sabtu juga dikunjungi oleh Mnelu Symonette. Selain melakukan pameran batik, di panggung utama festival yg dihadiri ribuan warga Bahama dan ribuan warga asing yg tinggal di negeri tersebut, Indoensia juga menampilkan dua tarian daerah, yaitu Tari Pendet dan Tari Topeng.


Ketika dimintai komentarnya, Dubes RI untuk Kuba, Banua Radja Manik, mengaku terharu atas penghargaan yg diterima Indonesia sebagai juara umum festival.
Tak lupa, selama pameran berlangsung Indonesia juga menyajikan makanan-makanan khas seperti sate, nasi goreng, mie goreng dan risoles(AP).

Nassau, MK - Indonesia meraih penghargaan sebagai juara umum Festival Kebudayaan International 2009 di Nassau, Bahama, ibukota Kepulauan Karibia, Benua Amerika Sabtu. Dalam pameran yang berlangsung selama dua hari di ibukota kepulauan Karibia itu, Indonesia berpartisipasi dengan mengusung kebudayaan batik sebagai tema utama pameran.
Bertempat di paviliun khusus, Indonesia memamerkan berbagai jenis kain batik koleksi lembaga riset batik, Batik House Indonesia dan perancang batik asal Sleman, Yogyakarta, Bambang sumardiyono, yang pada festival itu juga memamerkan beberapa koleksi busana batik melalui peragaan yang dibawakan oleh para model Bahama.
Di paviliun itu juga, Indonesia menggelar demonstrasi pembuatan batik dan memberi kesempatan kepada para pengunjung festival untuk membatik.
Ketua Panitia Festival Kebudayaan International, Janet Johnson, menyebutkan bahwa keikutsertaan Indonesia dengan menampilkan batik telah mengangkat kembali pamor festival tahunan itu.
Batik baru-baru ini pada 2 Oktober 2009 detetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia. Penjurian kontes anjungan terbaik dalam Festival Kebudayaan International ke-14 dilakukan oleh tokoh-tokoh independen Bahama dari berbagai kalangan untuk memilih stand terbaik diantara 25 negara peserta. Para juri memilih anjungan terbaik pertama dan kedua dari beberapa kelompok, yaitu Eropa, Amerika utara dan selatan, Afrika, Asia dan Karibia.
Dari kelompok Asia, Filipina dan Myanmar meraih penghargaan sebagai juara pertama dan kedua. Indonesia sendiri tampil sebagai juara umum yang pengumumannya dilakukan di panggung utama festival.
Penghargaan sebagai juara umum berupa "The Best of Show of the 14th Annual International Cultural Festival 2009" bagi Indonesia diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Bahama, Brent Symontte kepada Duta Besar RI untuk Kuba Banua Radja Manik.
KBRI Havana adalah perwakilan Indonesia yg sejak tahun lalu mengembang tanggung jawab atas Bahama - sebelumnya berada di bawah Perwakilan Tetap RI (PTRI) New York. Di Arena festival, Indonesia diberi kehormatan menempati paviliun khusus berukuran 9x9 meter persegi, yg pada Sabtu juga dikunjungi oleh Mnelu Symonette. Selain melakukan pameran batik, di panggung utama festival yg dihadiri ribuan warga Bahama dan ribuan warga asing yg tinggal di negeri tersebut, Indoensia juga menampilkan dua tarian daerah, yaitu Tari Pendet dan Tari Topeng.
Ketika dimintai komentarnya, Dubes RI untuk Kuba, Banua Radja Manik, mengaku terharu atas penghargaan yg diterima Indonesia sebagai juara umum festival.
Tak lupa, selama pameran berlangsung Indonesia juga menyajikan makanan-makanan khas seperti sate, nasi goreng, mie goreng dan risoles(AP).

DepanDepan

Silahkan Login untuk Harga
Rekening & Telepon
Direktori Bisnis Indonesia
Shopping Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Pengunjung Online

Pengunjung sedang Online: 12
Kunjungan hari ini: 446
Total kunjungan: 29681