Industri Batik Tradisional Harus Dilindungi

Industri Batik Tradisional Harus Dilindungi

Perang dingin terjadi antara produsen dan pedagang batik lokal yang mengimpor produk batik “imitasi” yang terbuat dari poliester, yang perlahan-lahan menangkap sebagian besar pasar yang diperkirakan bernilai puluhan milyaran rupiah.

Pabrikan batik lokal kesulitan untuk melindungi desain asli buatan tangan mereka agar tidak disalin dan diproduksi massal secara digital oleh Cina.

Meskipun kemajuan dalam pencetakan digital telah menyebabkan produk yang lebih murah, namun, bagaimanapun, kalah dalam hal kualitas.

Meskipun pemerintah telah mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) mengenakan pakaian batik pada hari tertentu, perlu dilakukan langkah-langkah lain agar industry batik lokal dapat bersaing dengan batik impor asal Cina.

Selain itu perusahaan harus memikirkan kehidupan para perancang yang menciptakan motif asli untuk eksklusivitas dan produk seni batik lainnya. Di masa lalu, kompetisi hanya terjadi di antara para pemain domestik. Itu adalah kompetisi yang sehat di mana kreativitas menandai standar kualitas produk.
Namun, sekarang industry batik lokal menghadapi persaingan dari perusahaan yang berspesialisasi dalam e-commerce, ritel, dan teknologi seperti Grup Ali Baba.

Artikel Lainnya:

Produk batik yang terbuat dari poliester, sekarang mudah ditemukan secara online. Disamping harganya murah, Anda tidak perlu berbelanja untuk menemukan sesuatu yang menarik bagi Anda. Anda tidak dapat menyentuh atau menilai kualitas produk sampai barang itu tiba di rumah Anda.

Karena kami harus tetap relevan, kami harus beradaptasi dan kami telah meningkatkan tingkat eksklusivitas kami agar orang-orang menghargai desain asli. Anda dapat melihat produk secara online di situs web kami.

Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mendukung pertumbuhannya dan melindunginya dari “dumping” karena telah terbukti bahwa industri batik mendukung perekonomian dalam hal produk domestik bruto, serta disediakan pendapatan bagi mereka yang terlibat dalam industri pendukung.

Pemerintah senantiasa perlu membuat kebijakan yang mendukung lestarinya pengrajin-pengrajin batik lokal sehingga mampu bersaing dan menjadi raja diatas negerinya sendiri. Menganjurkan pegawai negeri sipil untuk mengenakan batik di even-even resmi harus sering digalakkan.

Jika pemerintah dan sektor swasta menganjurkan karyawan untuk mengenakan seragam perusahaan, maka tidak ada alasan untuk tidak mengenakan busana batik dipakai sepanjang waktu.

Batik adalah identitas bangsa Indonesia dan semua orang harus mendukungnya.
Industri ini dapat dengan mudah bersaing dan meningkatkan ekonomi makro jika masyarakat didorong untuk mengenakan batik.

Meskipun pasar domestik sangat besar, sayangnya banyak pembeli memilih untuk membeli batik imitasi murah di situs e-commerce asing.

Batik menghadapi tantangan yang sama dengan industry tenun yang banyak diimpor dari India.

Industri batik dan tenun lokal akan menjadi industri yang layu jika pemerintah tidak melindungi produsen lokal.

Mengingat hal ini, produsen industri lokal berharap pemerintah memberikan aturan-aturan yang ramah, baik tentang perpajakan maupun sarana/prasarana industri.

Tetapi jika tidak dapat dihindari, pemerintah harus memperkenalkan kebijakan aturan impor yang ketat, sehingga batik impor tidak mudah masuk ke Indonesia.

Industri batik lokal perlu dilindungi karena banyak orang terlibat dalam rantai produksi, tidak seperti pedagang yang membeli bahan jadi dari negara lain dan membanjiri pasar dengan batik imitasi. Tentu saja ini tidak adil bagi para pemain lokal.

Artikel Lainnya:

All comments

Leave a Reply