Tips bagi Kaum Muda untuk Bangga Memakai Pakaian Etnik Indonesia

Tips bagi Kaum Muda untuk Bangga Memakai Pakaian Etnik Indonesia

SEBAGAI warisan budaya nasional, tentu saja keberadaan wastra Nusantara perlu dipertahankan. Terutama di kalangan anak muda yang kini terpapar akulturasi dari budaya luar, tidak tahu apa-apa tentang kain dan pakaian etnis khas Indonesia.

Padahal, jika diteliti, sastra Indonesia memiliki potensi kuat untuk bersaing di dunia industri fashion. Terutama dalam cerita dan pesan yang tersimpan di balik setiap motif dan warna yang dituangkan ke dalam pakaian etnik, bisa jadi potensi sastra Nusantara menjadi lebih dikenal luas.

Melihat kondisi saat ini, lalu bagaimana sebenarnya keberadaan pakaian etnis saat ini?

"Dalam 2 tahun terakhir, keberadaan pakaian etnik terus berkembang pesat. Di masa lalu banyak orang tidak tahu, misalnya batik, yang hanya kreasi yang sama. Warnanya juga terbatas, sekarang batik punya banyak kreasi," kata Erna Rasyid Taufan, desainer etnik dari Kota Parepare, Sulawesi Barat yang juga menjabat sebagai ketua Dekranasda kota Parepare di Ethnic Fashion Week, Jakarta.

Artikel Lainnya:

Karena itu, bangga mengenakan pakaian etnis dalam kehidupan sehari-hari tampaknya menjadi tujuan utama dalam mempertahankan budaya bangsa. Menurut Buyung Rais, Ketua Desainer Busana Etnik Indonesia (KDEI), dibutuhkan lebih banyak sosialisasi bagi perancang busana lokal agar lebih peka terhadap tren mode yang sedang berkembang.

"Perancang busana harus lebih peka untuk melihat tren untuk melihat tren tren yang disukai oleh kaum muda dan jangan biarkan standar etnis mereka hilang," katanya.

Kemudian Erna juga menambahkan, sosialisasi motif etnik yang unik juga harus lebih dikenalkan kepada anak muda. Sehingga mereka tahu, tahu dan bangga akan keunikan motif pakaian etnik yang dikenakan.

"Pakaian etnik itu unik. Di balik setiap motif ada cerita dan pesan yang bisa dieksplorasi. Sejauh ini, pakaian etnik yang sangat populer di kalangan anak muda masih batik, karena masih banyak kreasi," pungkas Erna.

Artikel Lainnya:

All comments

Leave a Reply