Pengertian Batik, Asal-usul dan Makna

Pengertian Batik, Asal-usul dan Makna

Pengertian Batik, Asal-usul dan Makna

Halo teman! Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang batik. Tentu saja, jika Anda ada di sini, itu berarti Anda memiliki minat pada batik Indonesia, apa itu batik, makna batik, asal-usulnya, sejarahnya, dan cara membuatnya.  semoga membaca artikel tentang batik bisa bermanfaat ya ... Yuuuk disimak!

Pengertian Batik

Batik adalah kain yang dicat menggunakan canting dan lilin cair sehingga membentuk lukisan bernilai seni tinggi pada kain. Batik berasal dari kata amba dan tik yang bahasa Jawa, yang berarti menulis titik. Jika dulu disebut ambatik.

Dari sini Anda bisa mengerti, jika yang dimaksud adalah batik tulis yang dilukis dengan canting. Namun sebenarnya batik dibuat dengan berbagai metode, tidak hanya dengan canting. Itu yang kita bahas nanti, sekarang kita kembali ke pemahaman tentang batik.

batik tulis

Lilin malam sedang diterapkan ke kain.

Ambatik mengacu pada teknik melukis titik-titik rumit. Jadi tidak heran jika Anda sering melihat batik dengan motif yang rumit? Meskipun ada juga banyak batik dengan motif yang lebih sederhana, bahkan modern.

Ada juga definisi lain yang mengatakan bahwa kata batik sebenarnya berasal dari kata titik, yang kemudian ditambahkan ke kata mba sehingga menjadi mbatik. Sehingga batik diartikan sebagai seni membuat titik, atau menitik. Dengan kata lain, batik adalah metode pembuatan kain.

Alat yang digunakan untuk membuat motif batik adalah canting. Garis dan motif yang dihasilkan oleh canting selalu terdiri dari sebuah titik.

Batik berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), batik mengacu pada kata benda. Yang dimaksud di sini adalah kain batik atau pakaian batik yang telah dicat.

Meskipun yang dimaksud dengan definisi adalah batik menggunakan canting, ada beberapa metode untuk membuat batik, seperti cap, cetak, dan printing. Ada juga batik yang dibuat menggunakan kuas, yang disebut lukisan batik, tetapi sangat jarang. Kami akan membahas ini nanti di bagian kedua.

 

Jika ditelusuri artinya, batik adalah teknik mempertahankan warna pada kain dengan menggunakan lilin atau malam. Di sinilah letak kesalahan pemahaman kebanyakan orang.

 

"Batik bukan kain yang menggambarkan motif budaya (misalnya motif Sidoluhur, motif Megamendung, dkk.) Sendiri. Batik tidak ada hubungannya dengan bentuk motif. Menarik dari makna kata batik pada KBBI dan memahami asal usul batik dari kata batik (amba titik) maka batik adalah kain yang diilustrasikan motif, yang digambarkan dengan memegang warna dengan malam lilin, sehingga jika motif pada kain bahkan bukan budaya, tetapi lebih modern (misalnya kotak, garis, otomotif, polkadot et al.), maka kain tetap disebut sebagai batik. "

lilin batik / malam

Lilin malam digunakan untuk mencanting batik.

 

Teknik batik adalah teknik kuno yang telah digunakan selama ribuan tahun, dan sering ditemukan di banyak peradaban di dunia seperti di Cina dan di Mesir. Sampai di sini, apakah Anda mengerti arti batik?

Artikel Lainnya:

 

Asal Mula Batik

Sebenarnya tidak ada sejarah pasti tentang batik. Namun keindahan batik dilaporkan telah tertulis sejak 2000 tahun yang lalu di Timur Tengah, Asia Tengah, dan India.

Dalam peradaban Mesir kuno, teknik membatik digunakan untuk membungkus mumi dengan kain linen. Kain linen ini dilapisi dengan lilin, kemudian digaruk dengan benda tajam seperti jarum atau pisau untuk mengukir motif.

 

mumi batik

Mummy yang telah diberi corak dengan teknik batik.

 

Kemudian kain tersebut dicelupkan ke berbagai cairan pewarna seperti darah atau abu. Selanjutnya, setelah warna diserap, linen direbus untuk meluruhkan lilin. Sehingga bagian yang tidak tertutup lilin akan diwarnai sesuai pewarnaan, sedangkan bagian yang tertutup lilin akan berwarna dasar kain.

Selama Dinasti Tang (618-690) di Cina, teknik ini juga ditemukan. Bahkan di Dinasti Sui (581-618) teknik ini sudah dipraktikkan. Karena Cina adalah negara pedagang yang melakukan perjalanan dunia, teknik ini kemudian menyebar ke banyak benua seperti Asia, Amerika, Afrika, dan bahkan ke Eropa.

Media yang digunakan untuk menyimpan warna bervariasi di setiap negara. Beberapa menggunakan bubur tepung, beberapa bahkan menggunakan bubur beras kering. Ternyata tidak semuanya menggunakan lilin. Ada dugaan bahwa asal-usul teknik batik ini berasal dari Sumeria (sekarang Irak selatan).

 

 

 

batik timur tengah

Batik dari Timur Tengah.

Nah, kemudian para pedagang yang datang dari India yang membawa teknik ini ke Indonesia. Pada abad ke-6, teknik ini dibawa ke Jawa. Teknik ini kemudian mulai meluas dan dikembangkan oleh orang Jawa.

Berdasarkan Rens Heringa, dalam bukunya Fabric of Enchantment: Batik from North Coast of Java (1996), batik pertama kali ada di Indonesia sekitar tahun 700-an. Diperkenalkan oleh orang India, pada masa Raja Lembu Amiluhur (Jayanegara), yang adalah raja kerajaan Janggala, menikahkan putranya dengan seorang putri India.

Di bagian lain buku itu, disebutkan bahwa batik dalam bentuk yang lebih primitif sudah dimiliki oleh orang Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan) bahkan sebelum ada di tanah Jawa.

Pada abad ke-12, teknik canting batik ditemukan, di mana lilin ditorehkan menggunakan alat ini. Pada saat ini istilah batik (ambatik) lahir ke dunia.

Hanya di Indonesia, terutama di Jawa, yang pada waktu itu menggunakan canting untuk menorehkan lilin ke permukaan kain. Nah, canting inilah yang menjadikan batik Indonesia sangat detail dan kaya akan motif dibandingkan dengan batik di belahan dunia lainnya.

 

Batik dan orang Eropa

Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya "History of Java" (London, 1817) pertama kali bercerita tentang batik kepada dunia. Dalam buku itu, Raffles memamerkan setidaknya 100 motif batik yang ia temui, beserta cara pembuatannya.

Namun sayangnya, koleksi batik Sir Thomas Stamford Raffles hanya tersisa 2 buah saat ini. Yang mana keduanya bisa anda lihat di Museum Mankind, London.

 

batik milik Sir Thomas Stamford Raffles

Batik yang dimiliki oleh Sir Thomas Stamford Raffles di Museum of Mankind, London.

Pada tahun 1873, seorang pedagang Belanda bernama Van Rijekevorsel, memberikan batik yang diperolehnya di Indonesia ke sebuah museum etnik di Rotterdam. Batik itu kemudian dipamerkan di Exposition Universelle  di Paris pada tahun 1900, dan membuat kagum masyarakat luas dan seniman di sana. Ini bukti bahwa batik dianggap seni bernilai tinggi oleh orang luar.

 

Arti Batik

 

Jika orang mengatakan batik adalah seni tanpa makna, itu salah. Sebenarnya batik adalah seni yang penuh makna. Batik bukan hanya gaya yang digambar oleh seniman batik.

Sebelum era kemerdekaan, banyak pusat batik membuat batik menjadi alat perjuangan ekonomi. Melawan ekonomi Belanda. Sehingga batik disini memiliki arti yang sangat dalam.

 

batik djaman doeloe

Batik lebih sering digunakan sebagai bawahan di masa lalu.

Batik di masing-masing daerah memiliki beragam motif, dan tentu saja maknanya berbeda. Menurut Kuswadji K. (1914 - 1986) seorang pelopor seni batik berpendapat bahwa batik bukan hanya gambar atau ilustrasi saja.

Ia mengatakan bahwa setiap batik memiliki makna. Makna sudah bisa diketahui, seperti batik Kawung yang maknanya adalah penggambaran bahwa niat bersih adalah tekad yang tidak perlu diketahui oleh orang lain.

Atau maknanya bisa tersirat, seperti pesan yang disembunyikan dalam gambar. Karena motif batik tidak terlepas dari sudut pandang kehidupan pembuatnya, dan pemberian namanya juga terkait dengan harapan.

Motif batik dibuat karena campur tangan sejarah. Seperti batik Hokokai yang dipengaruhi oleh penjajah Jepang di Indonesia. Jadi motif itu menyimpan sebuah cerita.

Nanti saya akan menunjukkan dan memberi tahu Anda makna dari beberapa batik yang sudah cukup terkenal. Sekarang mari kita lanjutkan ke bab tentang cara membuat batik.

Artikel Lainnya:

All comments

Leave a Reply