Tenun Jepara Troso Siap Menjadi Kain Etnik Indonesia yang Modis

Tenun Jepara Troso Siap Menjadi Kain Etnik Indonesia yang Modis

Bukan rahasia lagi bahwa Indonesia terkenal dengan kekayaan kain tradisionalnya. Mulai dari batik, lurik hingga tenun, semuanya bisa dijadikan kain potensial untuk pakaian modern. Salah satu yang tak kalah indahnya adalah tenun troso dari masyarakat Jepara, Jawa Tengah.

Jika Anda menyebut kain tenun, pasti banyak orang akan langsung fokus ke wilayah timur Indonesia yang memang memiliki variasi varian tenun yang menarik. Namun jangan salah karena Jawa juga memiliki tenun yang tidak kalah indahnya. Di tangan desainer Leny Rafael, tenun troso bisa menjadi barang fashion mewah.

Lenny mengatakan dia terinspirasi untuk membuat tenun troso menjadi bermutu. "Inspirasinya adalah untuk meningkatkan tenun troso, jika tenun diolah menjadi kain biasa saja kan kurang oke jadi saya mengangkat bahan-bahan daerah Indonesia, terutama tenun troso, untuk menjadi pakaian pesta," kata Leny yang juga menghargai karya etnis dari tanah kelahirannya, Jawa. .

Artikel Lainnya:

Alasan dia memilih kain tenun Troso adalah karena terlalu banyak desainer yang menggunakan batik, tenunan dari Indonesia Timur seperti NTT atau NTB. Padahal di setiap sudut kawasan memiliki kain etnik yang tak kalah indah.

Lebih lanjut Lenny menjelaskan bahwa tenun troso memiliki motif berbeda dengan tenun dari Indonesia Timur. Motif tenun Troso didominasi oleh motif geometris hingga karakter flora dan fauna, motif ini sepertinya menggambarkan suasana pedesaan.

Sementara dari warnanya, tenun troso didominasi oleh warna-warna alami seperti coklat, hitam, merah tua dan hijau. Menurutnya, tenun dengan warna alami memiliki nilai yang lebih mahal karena memiliki lebih banyak sisi etnis.

Bahan tenun tradisional ini dapat digunakan sebagai pakaian pesta selama bisa dipadupadankan dan cocok dengan bahan lainnya. "Dapat dikombinasikan dengan bahan yang dapat membuatnya tampak mewah seperti renda, sutra, satin, organdi. Itu juga dapat ditambahkan dengan blinks, bordir atau bunga agar terlihat mewah tetapi tidak meninggalkan sisi etniknya," jelas Leny.

Sedangkan untuk perawatan pakaian dengan etnik tenun, Leny tidak lupa memberikan tips dan trik. Merawat tenun seperti merawat batik, metode pencucian yang bisa diterapkan adalah dry clean. Sementara itu, jika pakaian tidak terkena keringat berlebih, cukup untuk menganginkannya. Tujuan dari perawatan khusus ini adalah agar warna kain tenun tetap terjaga dan bentuk pakaian juga tidak menyusut.

Artikel Lainnya:

 

All comments

Leave a Reply